Salah satu beasiswa yang sangat diburu oleh para scholarship hunters adalah beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) yang disediakan oleh Kementerian Keuangan. Bila AAS hanya menyediakan 400 sampai 600 kuota besiswa tiap tahunnya, Chevening hanya memberi kursi 70-an orang, maka LPDP memberikan kuota 1000 sampai 5000 kursi buat anak-anak pilihan Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan S2 dan S3, baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun di luar negeri.

Karena peminat LPDP semakin hari semakin melimpah ruah, maka berbagai skema penyaringan dibuat untuk mendapatkan anak-anak Indonesia yang berkualitas dan layak untuk diberikan beasiswa. Salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh pelamar beasiswa S2 dan S3 LPDP untuk tujuan kampus luar negeri adalah ketentuan passing grade yang harus dicapai.

Berikut adalah passing grade yang diberlakukan oleh LPDP untuk para peserta seleksi LPDP tahun 2017 tujuan Universitas Luar Negeri:

Jadi LPDP memiliki bidang-bidang yang menjadi skala prioritas. Semakin tinggi level prioritasnya maka semakin rendah passing grade yang mesti dilewati oleh masing-masing pelamar. Tetapi ada 2 kategori kekhususan yang diberikan oleh LPDP yaitu untuk para pelamar dari kelompok Afirmasi yang merupakan anak-anak Indonesia yang menempuh pendidikan dasar dan menengah di daerah-daerah 3T (terdepan, tertinggal, terluar) dan pelamar yang ketika S1-nya mendapat beasiswa Bidik Misi dengan IPK kelulusan di atas 3,5. Kelompok kekhususan kedua adalah pelamar yang berasal dari wilayah Indonesia Timur seperti Maluku, Papua Barat dan Papua.

Passing grade yang ditetapkan oleh LPDP merupakan angka kumulatif dari 3 tes yang diikuti oleh para peserta pada tahap akhir seleksi LPDP, yakni:

  • Tes Interview : skor di rentang 1-700
  • Tes Essay on the Spot : skor di rentang 1-150
  • Tes Leaderless Group Discussion : skor di rentang 1-150

Saya sendiri ketika mengikuti seleksi LPDP tahun 2017 untuk tujuan kampus luar negeri melamar untuk S2 Publishing Media. Jurusan yang akan saya ambil tersebut berada di bawah Fakultas Teknologi Informasi dan Media, sehingga rumpun keilmuan saya masuk dalam kategori Teknik yang menjadi prioritas pertama LPDP. Sehingga saya harus mendapatkan nilai minimal 700 untuk bisa menjadi awardee LPDP.

Adapun skor yang saya dapatkan adalah:


Satu hal lagi yang mesti diperhatikan oleh peserta LPDP bahwa skor yang kita dapatkan pada seleksi terakhir harus mendapatkan “Rekomendasi Diluluskan” oleh tim penilai independen yang diminta oleh LPDP untuk memberikan penilaian se-objektif mungkin. Baru kemudian hasil dari tim seleksi independen dianalisis oleh pihak LPDP untuk kemudian ditetapkan dalam list peserta yang lolos seleksi beasiswa LPDP.

Melihat kualitas dan kuantitas pelamar LPDP semakin meningkat tiap tahun, sangat penting bagi siapapun yang ingin lolos beasiswa LPDP untuk mempersiapkan diri semaksimal mungkin. Agar dapat memperoleh skor passing grade melebihi dari yang ditetapkan oleh LPDP. Sehingga peluang untuk menjadi awardee beasiswa LPDP semakin besar. Dan bisa jadi juga LPDP akan melakukan revisi dan evaluasi terkait dengan standar passing grade yang akan diberlakukan untuk seleksi di tahun-tahun berikutnya.

Oleh: Anggun Gunawan (Awardee LPDP Seleksi 2017 tujuan S2 Publishing Media Oxford Brookes University UK)

201 total views, 7 views today